Thursday, November 11, 2010

GELANDANGAN (2)

Kering sudah rasanya air mataku,
Terlalu banyak sudah yang tertumpah.

Menangis meratapi buruk nasibku,
Nasibku jadi seorang tuna wisma.

Langit sebagai atap rumahku,
Dan bumi sebagai lantainya.

Hidupku menyusuri jalan,
Sisa orang yang aku makan.

Jembatan menjadi tempat perlindungan,
Dari terik matahari dan hujan.

Begitulah hidup yang aku jalani,
Entah sampai kapan hidup begini.

Oh…. oh… oh….
Oh…. Oh… oh….

No comments:

Post a Comment