Thursday, November 11, 2010

DI SIMPANG JALAN

Biarlah kujabat tanganmu.
Sebagai salam perpisahan.
Mungkin sudah jadi suratan.
Kita harus jumpa dan berpisah pula.
Walaupun cinta kita sama,
tetapi pandangan berbeda.
Di simpang jalan,
kau memilih langkahmu sendiri.
Dan hidupmu sendiri.

Bagaikan matahari dan hujan.
Takkan pernah bersifat satu tujuan.
Kau siram air cinta dihatiku.
Namun kau keringkan
dengan panas nafsumu.
Kubawa kisah yang tinggal kenangan.
Guru yang berharga dalam kehidupan.
Runtuhnya bangunan cinta pertama.
Kuanggap itu pengalaman masa depan.

Manis dan pahitnya
semua telah kurasakan.
Susah dan senangnya
lengkap sudah bumbu asmara.

No comments:

Post a Comment