Wednesday, November 3, 2010

BISIK-BISIK TETANGGA

La… la… la… la… la…
Bisik-bisik tetangga.
Kini mulai terdengar s’lalu.
Di telinga hingga menusuk di hatiku
Di telinga hingga menusuk di hatiku
Mengapa engkau harus menyimpan
Sekuntum mawar merah
Dibalik kelambu hitam
Aduh… aduh… aduh…
Aduh… aduh… aduh…

*. ‘Pa bila dirimu ingin mencari hiburan.
Tapi sekurang-kurangnya
jangan menjual kasih sayang.
Walaupun cintaku
kau anggap layu di tangan.
Tapi sekurang-kurangnya
tempat memadu kasih sayang.

Dia memang cantik merayunya
semakin menarik.
Dia memang lincah
Selincah burung merpati.

No comments:

Post a Comment